Iklan

Thursday, April 30, 2026, 11:41 PM WIB
Last Updated 2026-04-30T16:41:47Z
Regional

Pemprov Sulteng Luncurkan Aplikasi Berani Service untuk Transformasi Pelayanan Publik

Pemprov Sulteng Luncurkan Aplikasi Berani Service untuk Transformasi Pelayanan Publik


  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi memperkenalkan aplikasi Berani Service sebagai platform digital terintegrasi untuk memantau kinerja pelayanan publik.
  • Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui sistem evaluasi mandiri.
  • Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban atas instruksi Gubernur Sulteng agar setiap instansi melahirkan terobosan guna memperkuat kepercayaan masyarakat.


LANGGAMPOS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memacu transformasi digital guna memangkas birokrasi dan meningkatkan kualitas layanan terhadap masyarakat.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui peluncuran aplikasi "Berani Service", sebuah platform inovatif yang dirancang untuk menciptakan sistem pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel.

Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, menekankan bahwa integritas pemerintah sangat bergantung pada sejauh mana kepercayaan publik mampu dijaga melalui konsistensi pelayanan.

"Untuk membangun kepercayaan publik, maka kita harus komitmen dan konsisten," tegas Reny saat membuka agenda resmi di Kota Palu pada Kamis (30/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan pendampingan teknis mekanisme Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Instansional.

Momentum ini sekaligus menandai operasionalisasi Berani Service yang akan menjadi tulang punggung evaluasi kinerja seluruh unit kerja di lingkungan Pemprov Sulteng.

Secara teknis, PEKPPP merupakan instrumen pengukuran sistematis yang bertujuan untuk memotret nilai indeks pelayanan publik dalam kurun waktu tertentu secara objektif.

Hadirnya Berani Service mengintegrasikan seluruh proses evaluasi tersebut ke dalam satu ekosistem digital agar lebih efektif, efisien, dan mudah dipantau secara nyata.

Sistem ini diharapkan mampu meminimalisir celah penyimpangan sekaligus memberikan gambaran akurat mengenai capaian kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Reny menilai bahwa inovasi ini bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, melainkan implementasi langsung dari visi besar kepala daerah.

Ia menyebutkan bahwa inovasi ini sejalan dengan arahan Gubernur yang mewajibkan setiap perangkat daerah memiliki terobosan sesuai tupoksi masing-masing.

“Bapak Gubernur mau tiap OPD punya inovasi,” ungkapnya memberikan penekanan pada semangat pembaruan di tubuh birokrasi Sulteng.

Guna memastikan teknologi ini tidak sekadar menjadi seremonial, Wagub menginstruksikan Biro Organisasi Setda Provinsi Sulteng untuk segera bertindak.

Biro terkait diminta menyusun panduan teknis penggunaan Berani Service secara detail agar bisa segera diterapkan oleh seluruh admin dan pejabat di tingkat OPD.

Langkah cepat ini diperlukan agar implementasi program di lapangan dapat berjalan mulus tanpa kendala teknis yang berarti bagi para aparatur.

Lebih lanjut, Reny mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulteng untuk tidak berhenti bereksperimen dalam memberikan layanan terbaik.

Menurutnya, kualitas pelayanan yang prima adalah modal utama dalam memperkokoh hubungan antara pemerintah dan rakyat yang dilayani.

Melalui Berani Service, Sulawesi Tengah berambisi memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance) sekaligus menaikkan standar layanan publik ke level yang lebih tinggi.

Diharapkan, aplikasi ini menjadi standar baru dalam sistem pengawasan internal yang bisa dicontoh oleh kabupaten/kota lain di wilayah Sulawesi Tengah.


(*)
Advertisement
close