Iklan

Saturday, April 25, 2026, 5:45 AM WIB
Last Updated 2026-04-24T22:45:05Z
Cryptocrypto news

AS Bekukan Rp5,5 Triliun USDT Milik Iran, Bongkar Taktik IRGC Putar Uang Minyak Lewat Kripto

AS Bekukan Rp5,5 Triliun USDT Milik Iran, Bongkar Taktik IRGC Putar Uang Minyak Lewat Kripto


  • Departemen Keuangan AS dan Tether secara resmi membekukan aset USDT senilai $344 juta yang terhubung dengan jaringan militer Iran.
  • Laporan Chainalysis mengungkap ekosistem kripto Iran melonjak hingga $7,78 miliar, di mana lebih dari separuhnya dikuasai oleh kelompok IRGC.
  • Penggunaan stablecoin kini menjadi instrumen utama Teheran untuk menstabilkan mata uang Rial dan menghindari sanksi perdagangan minyak internasional.

LANGGAMPOS.COM - Langkah tegas diambil pemerintah Amerika Serikat dalam memutus rantai pendanaan gelap Teheran dengan membekukan aset kripto senilai $344 juta atau setara Rp5,5 triliun.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa tindakan ini menyasar sejumlah dompet digital yang menjadi bagian dari kanal pendanaan luar negeri rezim Iran.

Bessent menegaskan bahwa otoritas keuangan AS akan terus melacak dan memerangi semua jalur finansial yang terafiliasi dengan rezim tersebut tanpa terkecuali.

Sinyal ini mempertegas bahwa aliran mata uang digital kini masuk dalam bidikan utama Washington, setara dengan pengawasan ketat pada jaringan perbankan konvensional.

Operasi ini bermula saat emiten stablecoin Tether mengumumkan pembekuan lebih dari $344 juta dalam bentuk USDT yang tersebar di dua alamat dompet digital utama.

Tindakan tersebut diambil setelah Tether menerima informasi krusial dari otoritas AS mengenai keterkaitan aset tersebut dengan aktivitas ilegal dan upaya penghindaran sanksi.

Berdasarkan laporan dari bursa kripto KuCoin, dua dompet di jaringan Tron tersebut masing-masing menyimpan dana sebesar $213 juta dan $131 juta dalam bentuk USDT.

Firma keamanan blockchain, PeckShield, sebelumnya juga telah menandai dompet-dompet tersebut karena terindikasi kuat mendanai terorisme serta berbagai operasi kriminal global.

Analisis mendalam dari Chainalysis menunjukkan bahwa perilaku transaksi dari alamat yang masuk daftar hitam tersebut memiliki kemiripan pola dengan jaringan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pola tersebut melibatkan penggunaan beberapa lapis dompet perantara guna mengaburkan jejak dana sebelum akhirnya bermuara di alamat yang terafiliasi dengan Bank Sentral Iran.

Dalam laporan periode Januari (25/01/2026), Chainalysis memproyeksikan ekosistem kripto Iran telah menyentuh angka fantastis sebesar $7,78 miliar sepanjang tahun 2025.

Bahkan, dompet digital yang dikuasai oleh IRGC tercatat mendominasi lebih dari 50 persen dari total nilai transaksi yang diterima pada kuartal keempat tahun lalu.

Data tersebut juga mengungkap lonjakan drastis penerimaan kripto oleh IRGC, dari semula $2 miliar pada 2024 menjadi lebih dari $3 miliar pada tahun 2025.

Sebagian besar dana ini berkaitan erat dengan perdagangan yang melanggar sanksi, terutama ekspor minyak ilegal dan pembayaran melalui perantara luar negeri.

Penelitian dari Elliptic turut memperkuat temuan ini, di mana Bank Sentral Iran diketahui telah mengakuisisi USDT senilai $507 juta untuk menjaga stabilitas mata uang Rial.

Fenomena ini membuktikan betapa stablecoin yang dipatok ke nilai dolar AS telah mengakar dalam strategi Teheran untuk melakukan penyelesaian perdagangan internasional.

Pembekuan besar-besaran ini sekaligus menjadi pisau bermata dua bagi para pengambil kebijakan di Washington dalam menghadapi perkembangan teknologi finansial.

Di satu sisi, transparansi blockchain memberikan kemampuan bagi Departemen Keuangan AS untuk memantau aktivitas finansial Iran secara real-time dan memblokir aset secara presisi.

Namun di sisi lain, alat yang memberikan kemudahan bagi pengguna umum untuk bertransaksi ini juga dapat dimanfaatkan oleh aktor-aktor yang terkena sanksi dalam skala besar.

Perseteruan di ranah digital ini diprediksi akan terus memanas seiring upaya Teheran mencari celah baru di tengah tekanan ekonomi global yang semakin menjepit.


(*)
Advertisement
close