Iklan

Sunday, January 11, 2026, 6:51 AM WIB
Last Updated 2026-01-10T23:51:22Z
Regional

Program Makan Bergizi Gratis di Sumenep Serap Tenaga Kerja dan Perkuat Ekonomi UMKM

Program Makan Bergizi Gratis di Sumenep Serap Tenaga Kerja dan Perkuat Ekonomi UMKM

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep resmi diluncurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bunbarat.
  • Inisiatif ini berhasil menyerap tenaga kerja lokal dan menggandeng UMKM sebagai pemasok utama bahan baku pangan.
  • Sebanyak 2.833 siswa dari 56 lembaga pendidikan menjadi penerima manfaat utama dalam program strategis nasional ini.

LANGGAMPOS.COM - SUMENEP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep terbukti membawa dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. 

Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mitra Mandiri Nurul Karomah yang berlokasi di Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan pelaku UMKM sektor pangan.

Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis yang memberikan manfaat ganda, yakni pada aspek kesehatan generasi muda dan penguatan struktur ekonomi di tingkat desa.

"Program ini turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga. Selain itu, pelaku UMKM di sekitar dapur SPPG ikut terlibat sebagai pemasok bahan baku, sehingga roda ekonomi masyarakat bergerak," ujar Letkol Bendi usai menghadiri Grand Launching SPPG Rubaru, Sabtu (10/1/2026).

Senada dengan hal tersebut, pemilik SPPG Yayasan Mitra Mandiri Nurul Karomah, Indra Wahyudi, mengungkapkan bahwa operasional dapur gizi ini telah memberikan solusi nyata bagi persoalan pengangguran di wilayah sekitar.

 Ia menyebut kehadiran SPPG menjadi peluang baru bagi warga yang sebelumnya belum memiliki penghasilan tetap.

"Warga yang sebelumnya tidak bekerja kini dapat terserap melalui operasional dapur SPPG. Ini adalah manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa kemitraan dengan sektor usaha mikro menjadi pilar utama dalam menjaga ketersediaan stok pangan di dapur SPPG. 

Hal ini menciptakan ekosistem pasar yang sehat bagi para petani dan peternak lokal di Kecamatan Rubaru.

"Para pemasok sayur, ayam pedaging, telur, dan komoditas lainnya bisa langsung menjual produknya ke dapur SPPG. Tentu ini sangat membantu perekonomian mereka," ujar Indra.

Untuk diketahui, SPPG Rubaru saat ini melayani 56 lembaga pendidikan dengan total penerima manfaat mencapai 2.833 siswa. 

Kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjalankan program strategis nasional demi mewujudkan generasi emas melalui pemenuhan gizi yang optimal sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi di tingkat akar rumput.

(*)
Advertisement
close